Dukung Iklim Investasi Sehat di Blora, JMSI Jateng Gelar Diskusi Peta Argoindustri
Ketua JMSI Jateng, Agus Sunarko (kanan) didampingi Koordinator JMSI Jateng, Bambang Sartono saat ditemui diwawancarai usai diskusi di Aula Setda Blora, Rabu (19/11). (Lingkar Network/Beritajateng.id)

Dukung Iklim Investasi Sehat di Blora, JMSI Jateng Gelar Diskusi Peta Argoindustri

JMSI — Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Jawa Tengah menggelar diskusi terbatas dengan tema ‘Peta Jalan Agro Industri di Blora 2026-2030’ di Aula Setda Blora, Rabu, 19 November 2025.

Ketua JMSI Jawa Tengah, Agus Sunarko S.STP., M.Si. mengatakan, diskusi tersebut bertujuan mendukung iklim investasi yang sehat dengan produk jurnalistik yang sehat. Ia mengatakan, produk literasi berbasis fakta perlu diperkuat untuk menangkal berita bohong.

“Harapannya adalah masyarakat maupun opini publik yang terbangun, bisa support (mendukung, red) maksimal terhadap terwujudnya iklim bisnis industri yang sehat di kabupaten Blora,” tambahnya.

Koordinator JMSI Jateng di Blora, Bambang Sartono mengatakan pihaknya akan mendukung segala program JMSI Jateng sebagai tangan panjang di Kabupaten Blora.

“Kita akan mendukung dan membackup JMSI Jateng di Kabupaten Blora, termasuk acara Musda (Musyawarah Daerah) JMSI Jateng yang akan di lakukan di Kabupaten Blora,” terangnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Blora, Dasiran memberikan apresiasi atas langkah JMSI dalam penyusunan roadmap peta argo industri karena hingga saat ini Blora belum memilikinya.

“Roadmap-nya memang belum ada. Karena itu saya menyampaikan apresiasi kepada teman-teman JMSI yang hari ini memulai langkah penting bersama OPD untuk menyusun peta jalan agroindustri daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, Ngaliman menegaskan bahwa kontribusi sektor ini terus menunjukkan tren positif dan menjadi dasar penting dalam penyusunan roadmap agroindustri 2026–2030.

“Pertanian itu menjadi tulang punggung ekonomi Kabupaten Blora. Kita tahu bahwa menarik investor industri ke Blora masih sulit, sehingga sektor pertanian tetap menjadi unggulan,” ujar Ngaliman.

Berdasarkan data PDRB, kontribusi sektor P4 pada tahun 2023 mencapai 21,45 persen, meningkat dari 20,80 persen pada 2022. Menurut Ngaliman, angka tersebut memberi mandat kuat bahwa sektor pangan dan pertanian harus dijadikan fondasi utama untuk pengembangan jalur agroindustri ke depan. []

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *