JMSI — Organisasi perusahaan pers, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) ikut merasakan duka atas bencana banjir besar dan longsor hebat yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak beberapa hari belakangan ini.
Ketua Umum JMSI Teguh Santosa mengimbau agar perusahaan pers yang menjadi anggotanya mengedepankan informasi berbasis fakta dan mengedepankan empati terhadap korban.
Dalam pernyataannya, Teguh Santosa meminta pemerintah pusat dan daerah untuk segera mengambil langkah efektif dalam penanggulangan dan rekonstruksi pascabencana. Tindakan cepat pemerintah akan mengurangi penderitaan korban.
Di sisi lain, Teguh Santosa juga menyoroti indikasi kuat bahwa bencana ini bukan semata-mata faktor alam. Ia menduga bencana yang terjadi merupakan kombinasi dari curah hujan tinggi dan keteledoran dalam mengelola eksplorasi alam serta tindakan eksploitasi yang melanggar hukum.
“Penting bagi kita semua untuk mengambil tindakan serius termasuk penegakan hukum agar bencana serupa tidak terulang di masa depan,” ujar Teguh, menekankan pentingnya respons hukum yang tegas terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas eksploitasi alam ilegal.
Gerakan Solidaritas JMSI
Dalam merespons bencana ini, Teguh Santosa menginstruksikan jaringan JMSI di daerah terdampak untuk segera bergerak menghimpun bantuan.
Ia menyarankan agar dukungan dan donasi dari daerah lain disalurkan melalui lembaga-lembaga yang memiliki kapasitas dan tugas pokok (tupoksi) terkait penanggulangan bencana. Selain itu bantuan juga dapat disalurkan langsung melalui pimpinan JMSI di daerah terdampak, yakni Hendro Saky (Aceh), Rianto Anto Geng (Sumatera Utara), dan Novermal Yuska (Sumatera Barat).
“Insya Allah, kita dapat melalui situasi sulit ini, dan saudara-saudara kita yang terdampak bersabar menghadapi ujian berat ini. Juga tentu kita mendorong pemerintah lebih serius dan tuntas untuk mengurangi penderitaan saudara-saudara kita yang menjadi korban,” tutup Teguh Santosa.[]

