Merdeka Institute–JMSI Perkuat SDM Media Hadapi Disrupsi Digital
Ketua Harian JMSI, Ari Rahman dan Direktur Utama Merdeka Institute, Mulia Siregar.

Merdeka Institute–JMSI Perkuat SDM Media Hadapi Disrupsi Digital

JMSI– Penguatan kualitas sumber daya manusia media dinilai menjadi kebutuhan mendesak di tengah disrupsi industri pers akibat perkembangan teknologi digital dan dominasi media sosial. Upaya tersebut diwujudkan melalui kerja sama antara PT Merdeka Solusi Inovasi Digital (Merdeka Institute) dan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) yang berfokus pada peningkatan kapasitas insan media.

Sinergi ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan Direktur Utama Merdeka Institute, Mulia Siregar bersama Ketua Harian JMSI, Ari Rahman di sela peringatan enam tahun kelahiran JMSI. Momentum tersebut bertepatan dengan puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang digelar di Kota Serang pada 6–9 Februari 2026.

Kerja sama peningkatan kapasitas SDM media disaksikan Menteri Koperasi RI, Ferry J. Juliantono; Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak; Wakil Menteri HAM RI, Mugiyanto; Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa; perwakilan JMSI dari 32 provinsi, sejumlah kepala daerah, serta perwakilan berbagai institusi.

Direktur Utama Merdeka Institute, Mulia Siregar menegaskan, peningkatan kualitas SDM media menjadi krusial di tengah perubahan lanskap media massa akibat kemajuan teknologi digital, terutama dengan masifnya kehadiran media sosial.

“Awak media harus terus meningkatkan skill, memperluas pengetahuan, dan terus belajar agar tidak terkena dampak disrupsi media,” ujar Mulia Siregar usai penandatanganan MoU di Hotel Horison Ultima Ratu, Kota Serang, Banten, Minggu, 8 Februari 2026

Ia menambahkan, Merdeka Institute yang diperkuat jurnalis senior memiliki posisi strategis sekaligus kepentingan untuk terlibat aktif dalam upaya peningkatan kualitas SDM media nasional.

“Sinergi Merdeka Institute dan JMSI diharapkan bisa memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas SDM media,” tegasnya.

Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa pada kesempatan tersebut menekankan pentingnya kehadiran media siber yang profesional di tengah derasnya arus media sosial. Teguh mengutip pernyataan Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat yang mengibaratkan situasi media saat ini seperti menghadapi “banjir bandang”, sebagaimana terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat beberapa waktu lalu.

“Di saat banjir, semua air keruh dan kotor. Dan, di saat seperti itu, setiap orang tetap membutuhkan air bersih. Media diharapkan bisa menjadi “air bersih” di saat publik sedang dibanjiri media sosial,” ujar Teguh yang juga alumni Harian Rakyat Merdeka dan pendiri kantor berita politik RMOL.ID.

Dalam forum yang sama, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak menggarisbawahi pentingnya memperbanyak jurnalis intelek, yakni jurnalis terdidik yang menjalankan kerja profesional dengan landasan kerangka berpikir intelektual.

“Para pendiri negeri ini sebagian besar memiliki tradisi menulis dan jurnalis. Dengan tulisannya, mereka mampu memberikan pencerahan bagi bangsanya. Itulah mengapa kita perlu memperbanyak jurnalis intelek yang memiliki kerangka berpikir sebagai intelektual dan memberi ruang lebih kepada para narasumber dari kalangan intelektual sehingga ruang publik dipenuhi kerangka berpikir yang jernih dan positif,” ujar Dahnil.

Merdeka Institute merupakan lembaga pemikir, peneliti, sekaligus pelaksana survei yang didirikan jurnalis alumni Harian Merdeka dan Rakyat Merdeka. Berkedudukan di Jalan Perjuangan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, lembaga ini berfokus pada isu sosial, politik, ekonomi, serta kebangsaan.

Sementara itu, JMSI adalah jaringan media siber yang dideklarasikan pada 8 Februari 2020 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Sebagai salah satu konstituen Dewan Pers yang berkantor pusat di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, JMSI saat ini menaungi sekitar 990 anggota yang terdiri atas perusahaan penerbit media daring di Indonesia.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *